Proses Perhitungan KPR dan Cicilannya

Bagikan :




Kaum Millenial lebih tenang, Pahami perhitungan KPR Syariah dan cicilannya

Salam sahabat muda, kamu pasti ingin dong punya rumah lebih awal?

Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR memberikan solusi untuk memiliki rumah dengan penyesuaian kondisi keuangan pribadi yang terencana. Kondisi keuangan yang teratur dan terencana memudahkan sahabat muda untuk meraih tujuan memiliki rumah dengan jelas dimulai dari pemahaman perhitungan KPR dan cicilan-nya. Memahami simulasi pembiayaan perumahan syariah cukup penting untuk memperkirakan bujet kamu dimasa mendatang. Mari simak ulasan selengkapnya.

Perhitungan Akad Murabahah KPR Syariah

Murabahah adalah istilah untuk perjanjian jual beli antara nasabah dan bank. Di akad ini, bank akan membeli barang yang Kamu perlukan, yaitu rumah. Lalu, bank menjual lagi rumah tersebut kepada Kamu. Dari sini bank umumnya mengambil keuntungan. Margin keuntungan bank didapat dari selisih nilai yang mereka bayarkan dan jumlah yang Kamu bayar ke bank.

Contohnya, Kamu mau beli rumah Rp 500 juta. Pertama, Kamu bayar DP dahulu sebesar 20 persen atau Rp 100 juta ke pihak pengembang. Untuk sisanya, Kamu pinjam ke bank, mengikuti skema KPR dengan akad Murabahah. Nanti, pihak bank membeli rumah tersebut, lalu dijual kembali ke Kamu dengan ditambah margin keuntungan sesuai kesepakatan bersama.

Contohnya, kesepakatan Kamu dan bank adalah menggunakan margin setara 5 persen dengan tenor selama 15 tahun.

Simulasi sbb.:

Harga Beli : Rp500.000.000,-

Margin: (setara 5%) 169.371.411

Harga Jual : Rp569.371.411,8

Uang Muka: Rp100.000.000,-

Pembiayaan Bank: Rp400.000.000,-

Jangka Waktu 180 bulan/15 Tahun

Angsuran per Bulan : Rp3.163.174,51


Simulasi perhitungannya:

((harga beli bank x (keuntungan bank x tenor) + harga beli bank) : bulan tenor = ((400.000.000 x (5% x 15)) + 400.000.000) : 180 bulan = Rp 3.163.200 per bulan

Total cicilan per bulan ini tidak ada kenaikan maupun penurunan.

 

Perhitungan Akad Musyarakah Mutanaqisah KPR Syariah

Skema akad ini berbeda sedikit dari yang sebelumnya. Akad Musyarakah Mutanaqisah lebih mengutamakan kerjasama atau bagi hasil antara bank dan nasabah. Jadi, Kamu dan pihak bank sama-sama membeli rumah yang dimau. Lalu, masing-masing membayar biaya sesuai dengan kesepakatan Kamu dan bank.

Contohnya, kedua pihak sepakat kalau pembayaran Kamu 20 persen dan bank 80 persen. Rumah tersebut kemudian disewakan ke Kamu. Bank yang porsi pembayarannya lebih besar, seakan memiliki hak kepemilikan rumah. Jadi, rumah tersebut Kamu tempati dengan status sewa, ini untuk pelunasan cicilan yang sudah dibayar oleh bank. Biaya sewa ini seperti Kamu bayar cicilan KPR.

Contohnya, Kamu beli rumah Rp 300 juta, dengan kesepakatan 20 persen dan 80 persen. Bank jadinya membayar Rp 240-an juta. Lalu, dana Kamu dan bank dikumpulkan untuk beli rumah. Kemudian, rumahnya disewakan dengan harga sesuai kesepakatan, di kisaran Rp 1,6 juta per bulan. Misalnya, masa tenor 10 tahun, maka tiap bulan Kamu membayar sewa Rp 1,6 juta.

Namun, perhatikan satu hal penting. Bank biasanya akan menambah keuntungan pada biaya sewa per bulan tersebut. Jadi, harga sewa Kamu masih mungkin bertambah.

Demikian simulasi pembiayaan perumahan syariah. Jadi, kesimpulannya ada dua akad KPR syariah dengan perhitungan simulasi yang berbeda-beda. Kamu bisa menentukan sendiri manakah akad yang sesuai dengan kebutuhan Kamu. Beli rumah impian Kamu bersama Bank Syariah Indonesia. Prosesnya mudah, cepat, dan sesuai syariat.



Related Articles :